3 Tokoh Ilmuwan Mahir Yang Di Anggap Sesat

Ilmuwan mahir yang telah menelurkan buah karyanya dianggap telah banyak berkontribusi terhadap cara pandang insan di Bumi. Apakah ilmuwan besar ini selalu berada dalam kesesatan, bahkan melanggar batasan pada pemikiran agama tertentu.
Dilansir BBC, sebelum teori maupun karya seorang ilmuwan ahli ini diterima, teori besar tersebut mengalami kritik keras dan pengusulnya mampu ditolak, bahkan di fitnah.
Kadang-kadang otoritas keagamaan menyerang teori tersebut. Tidak hanya itu, rekan-rekan ilmuwan juga dapat menyangkal dan mengkritik teori tersebut. 
Para jenius yang beruntung ini mampu diakui karya mereka saat mereka masih hidup. Namun, sebagian dari ilmuwan besar ini juga hanya dihargai dikala mereka telah meninggal.
1. Isaac Newton (1642-1727)
Isaac Newton mengubah segalanya dengan teori gravitasi dan aturan gerak. Ia menawarkan bagaimana alam mampu diukur dan dipahami. Ia bahkan mendeskripsikan alam semesta (universe) sebagai 'Sensorium of God', yang menawarkan Tuhan bahwasanya adalah ruang dan waktu itu sendiri.
Newton kabarnya menolak Ketuhanan yang ada pada Yesus Kristus dan Holy Trinity. Newton juga percaya bahwa ilham untuk teorinya wacana gravitasi berasal eksklusif dari Tuhan. Ini dikatakan membuatnya menjadi nabi (prophet) modern. 

2. Galileo Galilei (1564-1642)
Galileo Galilei merupakan ilmuwan klasik yang dianggap sesat alasannya adalah beliau mempromosikan keyakinan bahwa Bumi bergerak melalui langit/surga (heavens). Pada saat itu, diterima bahwa Bumi itu membisu dan matahari yang bergerak di langit.
Galileo berikeras bahwa Bumi bergerak tidak bertentangan dengan isi Kitab Suci. Padahal, hal tersebut dikala itu dilarang. Hanya teolog Vatikan yang diberdayakan untuk menafsirkan Injil.

3. Charles Darwin (1809-1882) 
Setelah Galileo, ilmuwan yang hadir dengan konsep maupun teorinya yang berbentrokan dengan Gereja, Charles Darwin. Ia memaparkan bahwa spesies berevolusi secara bertahan dengan waktu, serta mengikuti keadaan dengan lingkungan mereka.
Beberapa Gereja Inggris menganggap evolusi sesat Darwin, menyiratkan makna bahwa Bumi tidak diciptakan dengan tepat. Kalangan lainnya berpikir bahwa kemampuan mengikuti keadaan memang merupakan desain Tuhan selama ini.
Darwin menerbitkan idenya pada 1859, dalam The Origin of Species. Ketika memasuki budaya populer, seorang kartunis bahwa menggambarkan Darwin sebagai simpanse.
Pada peristiwa debat di Oxford pada 1860, ia mengungkapkan bahwa teori yang ia buat menyebabkan 'acutest pain' atau 'sakit'. Darwin memegang tinggi Bibel dan mengimbau seluruh penonton untuk percaya Tuhan ketimbang manusia, namun sebagian besar kerumunan ilmiah meneriaki dia. (fmh)

Baca Juga:  

Komentar